Social Icons

Kamis, 08 Mei 2014

Pencanangan Maling-Suling-Juling

TUNDA PERNIKAHAN YANG HAMIL DI LUAR NIKAH
Sedanau, Camat Bunguran Barat, Asmara Juana Suhardi mencanangkan kegiatan syafari shalat berjemaah, Maghrib-Isya keliling (Maling), Subuh keliling (Suling) dan Jum’at keliling (Juling) ke setiap masjid/surau di wilayahnya.  Kegiatan yang melibatkan seluruh instansi,  sekolah, organisasi kemasyarakatan serta pemuka masyarakat itu diisi dengan ceramah agama serta silaturahmi kepada seluruh jemaah masjid dan surau yang mendapat giliran kunjungan.
Menurut Camat, kegiatan Suling sudah berlangsung sejak awal beliau bertugas di Kecamatan Bunguran Barat yaitu bulan Juli 2013, sedangkan kegiatan Maling dan Juling baru dilaksanakanpada bulan Mei 2014 ini. Penundaan kegiatan Maling dan Juling secara formal oleh pemerintah Kecamatan Bunguran Barat tersebut bertujuan agar kegiatan itu mendapat respon positif dari masyarakat sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran masyrarakat secara individu tanpa paksaan.
“Kegiatan ini sama sekali tidak bermaksud riya’, namun semata-mata untuk mengembalikan budaya masyarakat yang gemar berjemaah di masjid, dulu setiap azan berkumandang tua-muda  berbondong-bondong menuju masjid, jarang terlihat yang berkeliaran tidak menentu apalagi duduk-duduk berkumpul di tempat-tempat tertentu, sekarang fenomenanya sudah berubah dan perlu kita perrbaiki bersama” kata camat dalam acara Maling di masjid raya An-Nur, Rabu malam (7/5).
Dalam kesempatan tersebut Camat menghimbau seluruh jemaah agar meningkatkan kepedulian dan tanggungjawab dalam membentuk moral, akhlak dan budi pekerti generasi muda, yang dimulai dari rumah tangga masing-masing. “Sudah saatnya kita saling peduli, saling ingat-mengingatkan agar anak-anak kita tidak terjebak dalam perbuatan yang tidak terpuji,” tambah Camat menyesalkan adanya remaja putus sekolah karena hamil sebelum nikah.

Pergeseran nilai yang cukup mencemaskan menurut Camat adalah toleransi yang tinggi di tengah-tengah masyarakat terhadap remaja yang hamil di luar nikah. Camat meminta seluruh komponen untuk mengkaji ulang apakah boleh remaja hamil di luar nikah tersebut ditunda pernikahan resminya sampai melahirkan, agar dapat memberi efek jera yang sesungguhnya.”anehnya yang nikah karena musibah ini dipestakan lebih meriah dari pada orang yang nikah baik-baik,” kata Camat menutup sambutannya. (raje & niko)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates