Social Icons

Senin, 09 Juni 2014

HAM HAMBATAN TERWUJUDNYA MANUSIA BERKUALITAS

Pelepasan Siswa - siswi SMAN 1
 Bunguran Barat
Sedanau, Dewasa ini  penghormatan dan penghargaan masyarakat terhadap para guru mengalami penurunan. Fenomena tersebut terlihat pada perilaku dan anggapan sebagian masyarakat  yang menghargai guru tidak lebih dari petugas pen-transfer ilmu pengetahuan kepada anak didik.
Gejala ini memprihatinkan, apalagi dalam proses mendidik, mengasuh dan mengajar, para guru selalu dibayang-banyangi kekhawatiran pelanggaran terhadap hak azazi manusia (HAM). Bila ini terus terjadi, maka dikhawatirkan para guru hanya memainkan perannya ibarat mesin foto copi untuk memindahkan ilmu pengetahuan dari buku ke otak siswa.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Camat Bunguran Barat, Asmara Juana Suhardi, pada sejumlah acara pelepasan siswa di beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Bunguran Barat, baru-baru ini. Menurut Camat, bila para guru hanya berperan memindahkan isi buku ke otak peserta didik, maka dikhawatirkan urusan moral, etika, budi pekerti dan perilaku akan terabaikan.
Camat Bunguran Barat Melepas Para Siswa
Sementara Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor: 20 tahun 2003, menuntut kualitas output dengan indikator-indikator yang mengedepankan terwujudnya sumber daya manusia yang terdidik, berilmu pengetahuan, berakhlak mulia, beiman & bertaqwa, berbudi-pekrti luhur, bermoral tangguh, mandiri, kreatif menghadapi tuntutan zaman dan lain-lain.

Dalam  kesempatan pelepasan siswa baik di tingkat SLTA, SLTP dan SD di tempat yang berbeda-beda, Camat menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas pengabdian serta dedikasi para guru di wilayahnya . Disampaikan pula sejarah lahirnya isu perang dingin yang mengedepankan dan mempersyaratkan  berlakunya HAM di Indinesia, yang membuat lumpuh berbagai sektor kehidupan. (Yai, Raja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates