Social Icons

Senin, 08 Desember 2014

TIDAK SEMUA PENDIDIK BOLEH DISEBUT GURU

 
Kepala Sekolah Dan Guru Mengikuti Bimtek Angka Kredit
di SDN 001 Sedanau 
Sedanau, Mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  RI nomor: 16 Tahun 2009, guru  merupakan pendidik profesional dengan tugas utama  tujuh  (7) M, yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan menengah.

Tidak semua pendidik boleh menyebutkan diri atau disebut sebagai guru. Apabila ingin disebut sebagai guru, maka para pendidik harus benar-benar profesional. Demikian disampaikan Camat Bunguran Barat ketika menutup kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru se-Kecamatan Bunguran Barat, di Aula SD Negeri 001 Sedanau, Senin Malam (8/12).
Camat Asmara Juana Suhardi menegaskan pendidik profesional yang dinamakan guru, indikatornya adalah krektifitas dan inovasi dalam quantum teaching atau seni dalam mencapai output  pendidikan berkualitas sebagaimana dituntut undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor:20 Tahun 2003, yaitu manusia cerdas, berilmu, beiman & bertaqwa, kreaktif menghadapi tuntutan zaman, demokratis, bertanggungjawab dan sebagainya.

Menyinggung tentang pembatalan kurikulum 2013, Camat menghimbau kepada peserta Bimtek untuk menunggu instruksi resmi dari pemerintah (Mendikbud). “Kurikulum manapun diberlakukan yang penting para guru harus mengembalikan keberadaan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan bagi semua komponen terutama bagi peserta didik,” kata Asmara Juana Suhardi.(Raja, Yai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates