Social Icons

Rabu, 13 Januari 2016

GURU YANG TIDAK MENINGKATKAN MUTU AKAN DITELAN ZAMAN

Pengarahan Camat Bunguran Barat
Sedanau, Tidak semua pengajar atau pendidik boleh mnyandang predikat atau menyebut dirinya sebagai guru. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) nomor 20 tahun 2003, sebutan guru hanya boleh disandang oleh para pengajar dan pendidik yang professional.
Demikian disampaikan Camat Bunguran Barat, Asmara Juana Suhardi ketika membuka acara Pelatihan Peningkatan Mutu Guru Melalui Pemanfaatan Teknologi Pendidikan di aula SDN 003 Sedanau, Senin petang (11/1).
Pelatihan yang tersebut mendatangkan narasumber dari Jakarta itu akan berlangsung hingga Sabtu (16/1).
Di hadapan 150 peserta dari berbagai jenjang pendidikan se-Kecamatan Bunguran Barat, Bunguran Selatan dan Bunguran Utara, Camat Bunguran Barat berpesan agar guru senantiasa meningkatkan mutu atau kualitas. Baik mutu pengetahuan, mutu wawasan, mutu keterampilan, mutu perilaku, maupun mutu pertgaulan.
“Bagi yang mengabaikan peningkatan kulaitas diri ini siap-siap dipermalukan bahkan akan hilang ditelan zaman,” tegas Camat memaparkan bahwa paradigma pendidikan dewasa ini telah mengubah peran guru sehingga tidak lagi menjadi sentral. Peserta didik menurut Camat bisa berguru kepada situs internet, pakar, pustaka maupun sekolah lain sesuai seleranya masing-masing.
Maka guru harus senantiasa” meng-Up Date” kemampuan dan kualitas dirinya, agar bisa memberikan pendidikan, pengajaran dan pengasuhan yang susuai tuntutan zaman. Dalam kesempatan tersebut Kepala UPT Dinas pendidikan dan Kebudayaan Bunguran Barat, Bahtiar, Spd.SD, berterimakasih kepada KKG yang menyelenggarakan kegiatan tersebut,apalagi mengingat kondisi keuangan sedang mengalami defisit. (Niko/Raja)

2 komentar:

 
Blogger Templates